Protozoa Parasit Pada Kucing yang Perlu di Waspadai

Parasit pada kucingTerdapat berbagai protozoa parasit pada kucing yang tidak bisa dianggap remeh. Hal ini karena bisa membahayakan kesehatan kucing kesayangan kita. Parasit ini sebagian besar dapat menular dan menyerang manusia, contohnya adalah Toxoplasma. Berikut akan kami sebutkan protozoa parasit pada kucing yang perlu anda waspadai :

Toxoplasma gondi

Parasit pada kucing ini kebanyakan menular melalui makanan yang terkontaminasi. Selain itu dapat juga menular melalui plaseta ibu yang dipindahkan dari induk kucing ke anakannya. Beberapa hewan kecil seperti kecoak, cacing tanah, siput, serangga dan lalat dapat menjadi vektor dari parasit ini.

Parasit ini termasuk ke dalam parasit universal yang bisa menyerang hmpir semua hewan berdarah panas mulai dari burung, babi, kambing, domba, kucing dan manusia tak luput dari serangan toxoplasma. Menurut data yang saya dapatkan, tiap tahun ada 150 orang di Indonesia yang terserang Toxoplasma. Jumlah itu tergolong sangat banyak karena lebih dari 1/2 persen jumlah penduduk Indonesia.

Kucing yang terserang parasit ini biasanya tidak menunjukkan gejala khusus. Gejala klinis yang ditunjukkan kucing yang terinfeksi adalah demam, turunnya berat badan, anoreksia dan ataksia. Kucing yang terlanjur terserang Toxoplasma sebaiknya segera di bawa ke dokter hewan karena parasit ini dapat mengakibatkan kerusakan sistem saraf pusat dan jaringan.

Pencegahan terbaik adalah dengan selalu menjaga kebersihan, usahakan kucing peliharaan anda tidak bersentuhan dengan kotoran kucing liar. Karena kucing liar memiliki resiko tinggi terserang Toxoplasma akibat tidak bersihnya mereka. Hal itulah yang menjadi sebab bahwa manusia yang terkena Toxoplasma biasanya justru bukan yang memelihara kucing dirumahnya yang dijaga kebersihannya tetapi karena di sekitarnya banyak kucing liar yang kemungkinan membawa parasit ini dan kemudian menularkannya.

Babesia

Babesia merupakan parasit penyebab parasit babesiosis yang menyerang sel darah merah. Akibat rusaknya sel darah merah, kucing yang terserang babesia akan mengalami anemia. Infeksia Babesia pada kucing disebabkan transmisi melalui vektor berupa caplak Rhicephalus sanguineus. Sehingga mencegah kucing peliharaan terkena caplak merupakan pencegahan yang paling efektif.

Gejala umum yang muncul adalah kucing tidak nafsu makan, lesu, berat badan menurun, pucat dan demam. Jika parasit telah berkembang biak dalam jumlah banyak di kucing. Kucing dapat mengalami kematian akibat Babesia ini dapat menyerang otak dan ginjal.

Amoeba

Ameoba ini sebanarnya bukan parasit pada kucing, kucing dapat terserang Ameoba akibat menelan feses dai manusia yang terinfeksi. Setelah tertelan, Ameoba biasanya akan menetab di usus dan disana ia akan merusak sel sel epitel usus dengan cara mengeluarkan enzim yang akan melisiskan sel. Parasit ini jika di dalam tubuh kucing jumlahnya sudah banyak dapat berpindah ke paru paru, hati, otak dan kulit dan merusak organ yang ditempatinya tersebut sehingga dapat berakitbat kematian.

Kucing yang terinfeksi parasit ini akan menunjukkan gejala seperti disentri, demam, gangguan pernafasan, gangguan okulonasal dan gagguan neurologis. Pengobatan kucing yang telah ternfeksi biasanya dengan pemberian metronidazole atau tinidazole, pemberian tinidazole dengan dosis 44 mg / kg lebih efektif mengobati penyakit ini.

Cryptosporidium

Parasit ini menyebabkan penyakit yang disebut Cryptosporidiosis. Penyakit ini dapat menular ke manusia. Infeksi Cryptosporidium terjadi apabil parasit ini termakan oleh kucing yang kemudian parasit ini akan menginfeksi sel sel epitel dan kemudian memperbanyak secara aseksual sehingga parasit dapat menyebar lalu menyerang sel sel epitel lainnya. Gejala kucing yang terinfeksi Cryptosporidium adalah diare dan jika parasit sudah menyebar akan terjadi peradangan pada saluran nafas, liver, saluran empedu dan pankreas.

Giardia

Parasit protozoa ini biasa menyerang kucing dan anjing. Spesies yang menyerang kucing adalah Giardia felis sedangkan yang menyerang anjing adalah Giardia canis. Manusia tidak dapat tertular oleh parasit yang biasa menginfeksi kucng.

Transmisi parasit ini dapat melalui sista yang termakan, biasanya parasit ini menyebar melalui air. Giardia yang termakan kemudian akan menempel pada sel sel usus sehingga kucing akan mengalami kekurangan nutrisi.

Itulah lima protozoa yang menjadi parasit pada kucing. Upaya pencegahan melalui menjaga kebersihan lingkungan tempat tingga kucing menjadi hal yang penting dalam upaya menghindari serangan parasit ini.

 

Related Posts

About The Author

Add Comment