Jenis Cacing Nematoda pada Kucing

Jenis cacing pada kucingSalah satu jenis cacing pada kucing adalah nematoda. Cacing ini bentuknya bulat, tidak bersegmen dan tubuhnya ditutupi oleh kutikula. Secara total, cacing nematoda terdiri dari 10.000 spesies yang terdapat berbagai habitat, ada yang hidup di tanah, air, tanaman, hewan dan manusia. Nah dari sebanyak itu jenisnya paling tidak ada 5 spesies dari cacing nematoda yang menyerang kucing, spesies tersebut adalah

Ancylostoma tubaeforme

Cacing pernah saya bahas sebelumnya pada Cacing Pada Kucing Yang Menular ke Manusia. Termasuk ke dalam salah satu cacing yang berbahaya selain bagi kucing juga bagi kita yang memeliharanya karena cacing ini dapat ditularkan ke manusia. Cacing ini ukurannya sangat kecil, panjangnya hanya 15 mm, berbentuk silinder dan berwarna putih kelabu akan tetapi jika cacing ini telah menghisap banyak darah warnanya akan berubah menjadi merah.

Ancylostoma tubaeforme

Jenis cacing pada kucing yang kedua adalah Ancylostoma tubaeforme, masih satu genus dengan ancylostoma tubaeforme. Cacing ini memiliki ukuran yang lebih kecil dimana cacing jatang panjangnya hanya 8 meter sedangkan betina panjangnya 10 mm. Cacing ini berbentuk silinder dengan diameter hanya 0,3 mm. Cacing ini memiliki sepasang gigiyang digunakannya untuk mengaitkan pada jaringan tubuh inangnya. Jika kucing anda terserang jenis cacing ini biasanya akan mengalami diare. Cacing ini juga dapat menyerang manusia hanya saja efek yang ditimbulkan tidak berat.

Toxocara cati

Jenis cacing ini merupakan cacing yang menyebabkan penyakit Toksokariasis pada kucing. Cacing ini ukurannya cukup besar dan panjangnya (betina) dapat mencapai 10 cm, sedangkan cacing jantan panjangnya 6 cm. Warnanya putih kepalanya jika dilihat mirip seperti kepala ular. Cacing ini sangat berbahaya bagi kucing dimana larva T. cati akan berada di paru paru dan hati sehingga menyebabkan kerusakan di kedua organ tersebut. Hal ini akan menyebabkan kucing kesayangan kita sesak nafas dan batuk yang berbusa atau bahkan mengeluarkan darah. Setelah menyerang paru paru dan hati jenis cacing ini akan menuju ke lambung sehingga dapat menyebabkan distensi lambung. Keberadaan cacing ini juga membuat kucing mengalami penurunan berat badan dan juga busung perut.

Toxascaris leonina

Bentuk cacing ini mirip dengan Toxocara cati dimana tetapi ada sedikit perbedaan ukuran di mana pejantan dari cacing ini panjangnya dapat mencapai 7 cm, sedangkan ukuran betinanya sama yaitu panjang 10 cm. Cacing ini biasanya menyerang anak kucing yang berumur kurang dari 3 bulan. Anak kucing akan muntah muntah dan diare, tak jarang akan ada cacing yang ikut keluar bersama muntahannya. Selain hal itu gejala lain yang ditimbulkan adalah bulu kucing akan terlihat kusam serta berat badan akan terus menurun, infeksi yang parah bisa menyebabkan kematian anak kucing. Jika kucing dewasa yang terkena infeksi biasanya tidak mengalami gejala klinis dan kerusakan yang berarti.

Feline lungworm

Jenis cacing pada kucing ini ditularkan melalui siput yang merupakan hospes intermediet dari parasit ini. Dimana jika kucing anda tidak bersentuhan dengan siput maka tidak akan mengalami infeksi, sehingga menjauhkan siput terhadap kucing merupakan pencegahan yang paling efektif. Infeksi cacing ini akan menyebabkan kucing batu batuk dan berat badan menurun. Jika serangan sudah parah dapat juga menyebabkan asma dan penyakit jantung walau itu jarang terjadi.

Itulah 5 jenis cacing dari filum nematoda yang bisa menyerang dari kucing. Pencegahan infeksi dapat dilakukan dengan selalu menjaga kebersihan dan juga memberikan drontal setiap 3 bulan sekali.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *