Cara Mengobati Scabies Pada Kucing

20 views

cara mengobati scabiesSebelum kita membahas tentang cara mengobati scabies pada kucing kita perlu mengetahui terlebih dahulu apa sih penyebab dan gejala dari penyakit kulit ini. Karena dengan mengetahui penyebabnya kita dapat menghindari agar kucing kesayangan kita tidak terserang. Sedangkan dengan mengetahui gejala maka kita dapat mendeteksi secara dini serangan penyakit sehingga cara mengobatinya akan lebih mudah.

Penyebab Scabies

Scabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi serangga yang bernama Sarcoptes scabiei. Penyakit ini ditemukan hampir di seluruh Indonesia dan biasanya terjadi karena kurangnya kebersihan. Selain dapat menyerang kucing, Scabies dapat juga menyerang manusia khususnya anak – anak. Sehingga bagi catlovers yang memiliki anak balita sebaiknya selalu menjaga kebersihan rumah dan kucingnya ya jangan sampai ada scabies yang menyerang.

Sarcoptes scabiei adalah kutu yang termasuk famili Sarcoptidae, Super famili Sarcoptidea, ordo Acaria dan kelas Arachnida. Badannya berbentuk oval, pipih atar di bagian ventral dan convexx di bagian dorsal. Kutu jantan berukuran 150 – 200 mikron sedangkan betina 300 – 350 mikron. Alat mulut terdiri dari selisere yang bergigi dan palpi menjadi satu dengan hypostom. Stadium dewasa mempunyai 4 pasang kaki, 2 pasang menghadap ke depan dan 2 pasang lagi menghadap ke belakang.

Siklus hidup dari kutu ini dimulai dari serangga jantan dan betina akan melakukan kopulasi. Setelah melakukan kopulasi, yang jantan akan mati dan betina mencari tempat untuk meletakkan telurnya di stratum korneum dari kulit dengan membuat terowongan sambil meletakkan telur 4 – 5 butir sehari sampai selesai 40 – 50 butir. Peletakkan telur inilah salah satu penyebab rusaknya kulit dari kucing sehingga terlihat kulitnya yang rusak. Dalam waktu 5 hari, telur akan menetas dan keluarlah larva dengan 3 pasang kaki. Larva ini akan meneruskan membuat terowongan ke arah laterang, membuat terowongan baru atau menembus mencari jalan keluar, lalu terjadi 2 stadium nimfa kemudian menjadi serangga dewasa. Siklus hidup Sarcoptes scabiei ini berlangsung 8 – 17 hari dan kutu betina dapat bertahan hidup 2 minggu hingga 1 bulan.

Gejala Scabies

Gejala awal yang ditimbulkan akibat infeksi Scabies adalah kucing mengalami gatal – gatal, terutama pada malam hari yang disebut printus nokturna yang akan mengganggu tidur. Gatal ini disebabkan sensitisasi terhadap ekstret dan sekret tungau setelah terinfeksi selama 1 bulan dan didahului dengan timbulnya bintik-bintik merah.

Tempat yang sering diinfeksi oleh kutu ini adalah daerah sekitar telinga, hidung dan bagian kepala lainnya. Walau begitu tidak menutup kemungkinan bagian lain untuk terinfeksi. Jika serangan sudah parah maka bulu kucing akan rontok dan di bagian kulitnya akan terlihat penebalan kulit serta adanya bolong-bolong yang merupakan terowongan yang dibuat oleh Sarcoptes scabiei. Infeksi sekunder juga sering terjadi pada bagian yang terjangkit scabies sehingga memperparah keadaan.

Cara Mengobati Scabies Pada Kucing

Untuk stadium larva, nimfa dan dewasa pengobatan yang efektif adalah dengan menggunakan sulfur presipilatum 5 – 10% selama sekitar seminggu. Obat lain yang efektif untuk semua stadium adalah gama benzeheksalorida tapi bersifat neurotoksik, sehingga tidak dianjurkan kecuali sangat mendesak. Penggunaan Benzilbenzoat 20 – 25% juga efektif untuk mengobati scabies tetapi obat ini relatif mahal. Jika telah terjadi infeksi sekunder yang disebabkan oleh bakteri, biasanya dokter hewan akan melakukan suntik antibiotik kepada kucing yang terserang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *