Cara Mengobati Kucing Keracunan Dengan Benar

Kucing keracunanSalah satu masalah yang sering menyebabkan kematian pada kucing adalah kucing keracunan. Padahal di sekitar lingkungan tempat tinggal kita dan kucing pastilah ada bahan berbahaya dan beracun. Mencegah kucing mendekati bahan bahan beracun in memang dapat mengurangi resiko, tetapi bagaimana jika suatu saat kucing kita terkena zat zat beracun ini? Sehingga mengetahui cara mengobati kucing keracunan ini menjadi hal yang penting. Paling tidak dapat menjadi pertolongan pertama bagi hewan peliharaan kesayangan kita ini sebelum dibawa ke dokter hewan.

Dalam mengobati kucing keracunan kita perlu mengetahui sebab racun tersebut dan bagaimana racun tersebut bisa memasuki tubuh kucing. Sehingga penanganan dapat dilakukan dengan benar. Berdasarkan cara racun memasuki tubuhnya, mengobati kucing keracunan ini dapat di bagi menjadi 3 macam yaitu :

Kucing menghirup udara beracun

Udara yang mengandung gas karbon monoksida (CO) seperti asap tebal dari kebakaran atau asap kendaraan sangat mudah terhirup. Udara ini sangat berbahaya bagi manusia dan hewan (termasuk kucing) dan bisa menyebabkan keracunan. Tanda tanda keracunan udara atau gas antara lain batuk, tidak tahu arah (disorientation), hilang kesadaran dan dapat juga pingsan.

Upaya penanganan terhadap kucing yang menghirup udara beracun dapat dilakukan dengan terlebih dahulu dikenakan masker atau penutup mulut dan hidung. Ini disebabkan udara atau gas beracun sangat berbahaya juga bagi manusia. Lalu, kucing dipindahkan ke tempat berventilasi baik dengan udara segar dan bersih. Di tempat ini berikanlah nafas buatan dan upaya menghidupkan fungsi jantung dan paru paru. Bila kucing anda pingsan segeralah hubungi dokter hewan dan bawa dia ke sana.

Kontak Bahan beracun

Di sekitar anda ataupun anda sendiri mungkin sering menggunakan perstisida, pupuk kimia atau bahan chlor-hydrocarbon. Bahan bahan ini sangat beracun dan dapat terserap melalui kontak badan dan kulit. Tanda tanda kucing yang memiliki kontak dengan bahan beracun dapat terlihat diantaranya muntah muntah, gerakan otot tidak terkordinasi, menggigil dan kejang kejang.

Upaya mengobati kucing yang mengalami kontak beracun adalah segera mandikan dan mengeramasinya dengan shampo. Lalu, hewan diguyur dengan air mengalir berulang ulang. Kalau mengalami kejang, segeralah bawa kucing anda ke ke dokter hewan. Berhati hatilah karena dalam keadaan kejang dan tidak terkordinasi, kucing dapat mengalami kematian akibat trauma fisik seperti kepala terbentur ke lantai atau tembk maupun terjerumus ke selokan.

Kucing Menelan Racun

Selain dapat kontak pada kulit atau tubuh hewn, bahan beracun pun dapat saja terjilat atau tertelan saat memakan makanan atau minuman yang sudah tercemar. Untuk itu, biasakan anda menyimpan bahan bahan berbahaya di tempat yang tidak dapat dijangkau anak anak dan hewan peliharaan. Selain itu setiap bahan berbahaya dipelajari bahan aktif yang dikandung serta obat penawarnya (zat antidotum) yang biasanya dicantumkan dalam label kemasan.

Kucing muntahTanda kucing yang menelan racun ini antara lain, gerakannya tidak terkendali, mudah terkejut, kelemahan umum, muntah, depresi, kehilangan arah atau dapat juga kejang kejang.

Upaya penangan kucing yang menelan bahan beracun yang paling efektif adalah segeraa menghubungi dokter hewan karena racun akan segera cepat terserap oleh organ pencernaan ke dalam sistem peredaran darah. Upayakan agar jangan memberikan apapun kalau kucing tidak sadar atau kejang kejang. Dalam keadaan seperti itu, sebaiknya kucing anda diamankan ke tempat yang tidak berahaya dan dijaga jangan sampai mencelakai diri sendiri seperti membenturkan kepala, jatuh ke selokan atau tenggelam ke dalam kolam.

Upaya pengobatan juga dapat dilakukan dengan cara mengupaya kucing muntah, upaya memuntahkan dapat dilakukan kalau jenis bahan diketahui, kucing dalam keadaan sadar dan keracunan kurang dari 1 jam yang lalu. Namun, kalau jenis bahan beracun tidak diketahui atau dari bahan yang bersifat korosif (melarutkan dan menghancurkan, seperti pembersih lantai, logam atau kaca) dan dari petroleum (minyak), hewan sudah muntah sendiri serta hewan tidak sadarkan diri maka anda jangan melakukan upaya membuat kucing muntah, sebaiknya segera bawa ke dokter hewan.

Sebelum dilakukan upaya memuntahkan, hewan perlu diberi susu, minyak sayur atau air putih agar bahan racun menjadi encer dan lambat menyerap dalam alat pencernaan. Pemberian susu atau minyak sayur sebanyak 1 sendok makan setiap 1,5 kg berat badan.

Bila bahan beracun diketahui bersifat asam maka berikan emulsi garam MgSO4 dengan dosis 2 sendokĀ  makan setiap 2,5 kg berat badan. Lalu diikuti dengan pemberian minyak sayur atau putih telur (1 sendok makan setiap 2,5 kg berat badan).

Bila bahan beracun bersifat basa (alkalin) maka kucing diberi larutan vinegar (minuman asam) yang dicampur air masak dengan perbandingan 1 : 1 atau lemon juice sebanyak 1 sendok makan setiap 2,5 kg berat badan. Setelah itu, diikuti dengan pemberian minyak sayur atau putih telur ayam.

Bila bahan beracun merupakan produk petroleum maka kucing diberi minyak sayur atau minyak mineral melalui mulu dengan dosis 1 sendok makan setiap 2,5 kg berat badan.

Tindakan memuntahkan harus dilakukan bila dikeahui sebelum satu jam kucing menelan bahan beracun. Bila sdah lebih dari satu maka tindakan tersebut sudah tidak efektif lagi. Ini disebabkan racun sudah terserap dalam sistem pencernaan atau sistem peredaran darah.

Related Posts

About The Author

Add Comment